web log free
Terangnya Tiang Lampu Jalan Antik di Malioboro

Terangnya Tiang Lampu Jalan Antik di Malioboro

Ketika ke Jogja, Sebutkan Satu Kata yang Terlintas di Ingatan!

Jalan Malioboro, selain tiang lampu jalan antik  jalanan ini juga ramai dengan para pedagang dan pengunjung yang hanya sekedar menikmati ramainya jalan ini atau membeli oleh oleh untuk teman dan hadai taulan, atau sekedar duduk untuk istirahat sambil menikmati makanan dan minuman yang dijajakan sepanjang jalan ini.

Namun sekarang Para pejalan kaki dimanjakan dengan wajah baru pedestrian kawasan jalan Malioboro, jalan utama yang mengarah ke Keraton Yogyakarta. Trotoar di sepanjang jalan malioboro ini dilebarkan. Ratusan kursi taman dipasang dari ujung jalan di depan Pasar Beringharjo sampai depan Hotel Inna Garuda.

Lentera Jogja, Lampu Khas Juga Sebagai Ikon

Lentera Jogja, sebagian orang menyebut lampu jalan antik yang ada di sepanjang jalan Malioboro di Kota Yogyakarta. Lentera Jogja adalah lampu penerangan jalan yang menjadi penghias jalan Maliobor saat malam hari. Lampu ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Tiang Lampu Jalan Antik Malioboro Memiliki 5 Komponen Utama

sumber : jurnal UNY

Prinsip bentuk elemen Lampu jalan Malioboro menggunakan bentuk lampu eksisting, sebagai wujud pelestarian bentuk-bentuk bernuansa khas Malioboro. Pola dasar ornamen menggunakan pola organis yang merupakan bentuk serapan dari Eropa

Motif yang digunakan merupakan pengembangan dari bentuk organis flora. Ditinjau dari komponen pembentuk, tiang Lampu jalan mengandung filosofi dan makna yang tersirat dari bentuk pada masing-masing komponennya. Berdasarkan hasil studi literatur yang bersumber dari Rajalampu wordpress.com, identifikasi pola desain tiang Lampu jalan memiliki 5 komponen utama, yaitu:

  • Umpak

Umpak adalah bagian paling bawah atau disebut pondasi tiang lampu. Umpak harus mampu memberikan kekuatan pada tiang lampu, karena merupakan konstruksi kaki dari tiang lampu tersebut. Bentuk dan desain umpak mencerminkan kekokohan dan kekuatan. Ornamen profil yang ada di permukaan umpak harus mampu menonjolkan sisi kekokohan dan kekuatan tiang lampu. Dimensi umpak lebih besar dari tiangnya, serta ukiran dan motif umpak memberikan kesan kemegahan.

  • Motif

Motif tiang lampu jalan kawasan Malioboro, Yogyakarta memiliki kesamaan dengan daerah Surakarta (Solo) yang mempunyai bentuk ukiran daun yang melengkung berirama seperti simbol yang terdapat pada masyarakatnya, yaitu masyarakat yang ramah, bersahabat, dan menghormati orang lain. Disamping itu, bentuk motif ini menggambarkan tipikal masyarakatnya terutama untuk wanita yang digambarkan dengan lengkungan yang lemah gemulai dengan dipenuhi kesantunan wataknya.

  • Gelung

Gelung atau cincin merupakan bagian sambungan tiang Lampu jalan. Gelung adalah titik perubahan dimensi tiang dari ukuran besar ke kecil dan memiliki motif yang sama dengan umpak, namun lebih sederhana. Ukuran gelung lebih kecil dari umpak dan jumlahnya disesuaikan dengan segmen tiang. Gelung harus mampu memberikan kekuatan, karena terletak pada titik sambungan tiang lampu.

  • Hasta

Hasta merupakan bagian lengan dari tiang Lampu jalan. Fungsinya adalah menopang lamp shade atau kap lampu. Hasta juga memiliki motif ukiran yang disesuaikan dengan desain dan rancang bangun tiang Lampu jalan. Jumlah hasta tergantung dari kebutuhan lumen pencahayaan dan pertimbangan sisi artistik tiang lampu.

  • Mahkota

Mahkota adalah bagian paling atas dari tiang lampu. Desain mahkota harus mampu memberikan ciri khusus yang mencerminkan makna keseluruhan dari desain tiang Lampu jalan. Mahkota dapat dijadikan simbol atau lambang dari suatu daerah. Desain mahkota pada tiang Lampu jalan kawasan Malioboro memiliki kesan dan aura yang memancarkan kharisma tiang Lampu jalan budaya Yogyakarta, serta memiliki desain yang terlihat elegan dan mewah.

Malioboro, ruas jalan paling legendaris di Yogyakarta ini ternyata tak cuma semarak dengan hiruk-pikuk interaksi antarmanusianya di siang hari. Saat malam tiba dan lampu jalan antik mulai menyala, Malioboro akan menunjukkan wajah cantiknya. Pemandangan ini nih salah satu alasan banyak orang yang susah move on dari Jogja.

sumber gambar kompasiana.com

Terdengar suara alunan lagu dari pengamen jalanan, menyanyikan lagu yang berjudul “Yogyakarta” menambah romantisme nostalgia di kota ini ..

Pulang ke kotamu Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna Terhanyut aku akan nostalgi   Saat kita sering luangkan waktu Nikmati bersama
Suasana Jogja Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu Merintih sendiri Ditelan deru kotamu…
Reff:
Walau kini kau t’lah tiada tak kembali Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Jual Tiang Lampu Jalan Antik Malioboro

Kami produsen dan jual tiang lampu jalan antik Malioboro, jika anda berminat atau anda punya desain atau ingin membuat tiang lampu jalan sesuai dengan keinginan anda. Silahkan Klik link dibawah ini untuk hubungi kami untuk penawaran harga.  

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *